Sudahkah anda mencoba jus yang satu ini?
Jika belum, saya tidak yakin mau merekomendasikannya kepada anda sekalian atau tidak. Sebenarnya ini merupakan pengalaman pribadi yang mungkin tidak akan berpengaruh kepada anda, tetapi akibat ‘pantangan’ pribadi, saya mungkin akan jarang-jarang untuk minum jus yang satu ini, atau minimal akan meminumnya dengan cara yang lain.
Saya sudah mendengar tentang jus pinang muda ini dan khasiatnya -yang sering terdengar adalah khasiatnya tentang keperkasaan kaum lelaki- sejak beberapa tahun yang lalu, tapi karena merasa belum terlalu ‘perlu’, saya belum pernah mencobanya. Sampai akhirnya saya ketahui bahwa khasiat jus pinang muda ini ada banyak ternyata, salah satunya adalah untuk mengatasi masuk angin. Nah karena semalam lagi masuk angin, akhirnya saya coba untuk meminumnya.
Saya sedikit suprised, ketika mengetahui bahwa jus pinang muda ada banyak campurannya. Tapi ketika sang penjual mengatakan bahwa jika tidak dicampur seperti itu nanti jus tersebut tidak enak untuk diminum, jadi akhirnya saya bilang aja “bungkus satu pak”.
Campuran jus pinang muda yang saya pesan itu adalah, beberapa butir pinang muda (tentu), yang dikupas dan diambil isi buahnya, jahe merah yang sudah dihaluskan, telur bebek diambil hanya bagian merah telurnya saja, sari kurma (begitulah kata penjualnya), yang merupakan cairan kental seperti madu dan terakhir ditambah serbuk dari ramuan ‘Habatus Sauda’ (nah kalau ini adalah obat paten sepertinya, saya juga kurang begitu mengerti). Kesemuanya itu lalu dicampur air dan di blender. Hasil akhirnya cairan yang sewarna dengan kopi susu.
Pasti ada diantara anda sekalian yang penasaran dengan rasa jus pinang muda tersebut. Mari saya beritahu, pada tegukan pertama, kesan saya terhadap jus tersebut adalah enak, hampir seperti kopi susu, tetapi rasanya lebih kaya lemak dan manisnya, ditambah adanya rasa pahit dan kelat yang tersamar-samar. Pada tegukan yang kedua, rasa yang tersamar-samar tersebut mulai nyata, dan menimbulkan sesuatu yang tersangkut di tenggorokan. Pada tegukan ketiga, saya merasa memang ada yang tersangkut ditenggorokan saya, dan pada saat itulah saya memerlukan segelas air putih. Huff….leganya.
Tapi, seperti yang diawal saya katakan, karena saya punya alergi, yaitu terhadap rasa yang manis-manis dan telur, apalagi yang belum matang, jadi yang terjadi adalah saya semalaman tidak bisa tidur karena gangguan perut. Nah, akhir cerita percaya atau tidak, keesokan harinya tidak ada lagi hilanglah penyakit masuk angin itu, dan badan juga terasa segar, yah walaupun masih ada sedikit sisa sisa ngantuk akibat bergadang.
Lain kali saya akan pesan jus pinang muda lagi, tapi pada saat itu saya akan minta supaya telur dan sari kurmanya tidak dicampur lagi. Mudah-mudahan tidak sampai bergadang lagi.